A. GEMPA MELULULANTAKAN PADANG
Dunia diwarnai dan dibaharuhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Hasil dari IPTEK manusia, telah mengembangkan pesawat terbang, kendaraan darat, laut maupun kelektronik lainnya. Disamping itu orang mengembangkan alat yang dapat mendeteksi cuaca. Sungguhpun demikian beberapa hari yang lalu telah mengumumkan bahwa sampai saat ini orang belum menemukan alat yang dapat mendeteksi kapan akan terjadi gempa bumi, dan apa tanda-tanda datangnya gempa.
Bencana alam tidak pernah pandang bulu dan tidak pernah memberikan toleransi kepada seseorang supaya melanjutkan hidup atau menyelesaikan sisah pekerjaannya. Kita telah menyaksikan bahwa Gempa yang tiba-tiba mengguncang menyebabkan kerusakan yang begitu luas di sebelah barat Sumatera. Banyak bangunan, termasuk rumah sakit dan sekolah hancur serta ribuan penduduk terjebak di dalamnya.
Gempa di daerah Tanah Datar merusak baik bangunan warga, sekolah, perkantoran dan rumah ibadah. Untuk rumah rusak berat 3.110 buah, rusak sedang 3.437 buah dan rusak ringan 3.551 buah. Untuk Sekolah rusak berat 68 buah, rusak sedang 30 dan rusak ringan 40. Untuk Kantor rusak berat 18 buah, rusak sedang 9 buah dan rusak ringan 10 buah. Untuk Masjid/Mushalla rusak berat 74 buah, rusak sedang 28 buah dan rusak ringan 48 buah.
Di Kota Padang Panjang data di Posko Penanggulangan Gempa 11 Maret 2007 menunjukkan fisik bangunan yang rusak bernilai sekitar Rp146,1 M. Kerusakan rumah penduduk Rp94,2 M dengan rincian 707 rusak berat (RB), 1,519 rusak sedang (RS) dan 1.843 rusak ringan (RR). Gedung kantor pemerintah yang rusak senilai Rp12 M (2 RB, 11 RS dan 25 RR). Sarana pendidikan SD negeri Rp 12,3 M (26 RB, 5 RS dan 14 RR), SMTP/SMTA/PT negeri dan swasta Rp 16,5 M (13 RB, 7 RS dan 13 RR). Sarana kesehatan Rp 2,5 M, rumah ibadah Rp 1 M, jalan Rp 5M.
Gempa Padang yang berkekuatan 7,6 pada Skala Richter yang berada di 50 km dari Padang, terjadi pada tanggal 30 September 2009 pukul 17.16 WIB yang telah meluluhlantahkan itu mengundang reaksi dari berbagai belahan dunia. Untuk itu uraian di bawah ini berfokus pada reaksi bantuan dari pemerintah Inggris dalam memulihkan kembali pasca gempa Padang.
B. REAKSI PEMERINTAH INGGRIS TERHADAP GEMPA PADANG
Bencana alam yang terjadi di Padang yakni Gempa yang bekekuatan 7,6 pada skala richter tidak disangkakan oleh makhluk manusia maupun hewan. Ketika maut datang menjemput mahluk manusia maupun mahluk hewan, tidak ada orang yang dapat menawarkan atau dapat bernegosiasinya bahkan tidak tahu menahu tentang datangnya bencana alam. Demikian pula terjadi dengan masyarakat di Padang Sumatera Barat.
Musibah sangat dasyat yang menjemput ratusan bahkan ribuan nyawa melayang ini memancing reaksi dari berbagai perjuru dunia. Banyak negara mengarah pandangannya ke Indonesia untuk membantu korban jiwa maupun harta benda yang telah diluluhlantahkan oleh Gempa Padang yang berkekuatan 7,6 skala richter ini. Untuk memulihkannya kembali berbagai negara tadi mengalirkan bantuannya ke Padang baik material maupun spritualnya.
Negara-negara telah menunjukkan solidaritasnya kepada Indonesia yang berduka. Dari berbagai negara satu di antaranya ialah Negara Ingggris telah merasakan penderitaan bangsa Indonesia. Di dalam hati yang jahat, kebenaran dan kasih akan tersingkir, tetapi di dalam hati yang benar akan mengalirkan kebenaran itu. Sebab apa yang ada di dalam diri seseorang itulah yang akan mendemonstrasikan di dalam hidupnya karena hal itu sebagai suatu kepribadinya. Demikian juga Inggris telah bereaksi cepat tanpa menunggu instruk dari pemerintah Indonesia untuk dibantu oleh dunia tetapi menunjukkan kepribadian yang terdapat pada mereka melalui tindakan dan perbuatannya.
C. KONSTRIBUSI INGGRIS UNTUK KORBAN GEMPA PADANG
Peribahasa mengatakan “Ringan sama dijinjin dan berat sama dipikul” artinya “1) Se-ia sekata, sehidup semati. 2) Persahabatan yang erat. 3) Senang dan susah dialami bersama. 4) Pekerjaan yang berat akan terasa ringan apabila dikerjakan bersama-sama”. Demikianlah utusan pemerintah Inggris ke Indonesia memberikan konstribusi bagi bangsa Indonesia lebih khusus lagi masyarakat korban gempa Padang, mereka memberikan makna yang misteri bagi kita. Disamping membantu baik material maupun spritual, memetik sebuah inspirasi yang telah ditunjukkan Inggris bahwa sehidup semati, sebagai bukti persahabatan yang erat, mengambil bagian dalam kedukaan bangsa Indonesia dan untuk menunjukkan melalui perbuatan bahwa apabila dikerjakan bersama-sama pekerjaan yang berat akan terasa ringan.
Pemerintah Inggris kerahkan bantuan tenaga-tenaga ahli untuk menyelamatkan korban yang diperkirakan masih ada harapan (hidup) seperti yang telah diberitakan JAKARTA KOMPAS.com: “Tim yang terdiri atas para ahli pencari dan penyelamat melalui Departemen Pembangunan Internasional Inggris (Departement for Internasional Development Inggris – DFIP) untuk membantu para korban gempa bumi. Sebuah pesawat pesanan pemerintah Inggris telah berangkat dari bandara Gatwikck London menuju Padang sekitar pukul 01.30 WIB dini hari pada hari Jumat, (2/10) dan membawah perlengkapan penyelamatan.”
Disamping tenaga-tenaga ahli untuk penyelamatan dalam reruntuhan, dikirim pula tim respon darurat dari badan-badan bantuan Inggris juga ikut serta dalam penerbangan tersebut ke Indonesia untuk menaksir kerugian dari bencana supaya bekerja sama dengan bantuan internasional lainnya.
Selain tenaga-tenaga ahli, Pemerintah Inggris memberikan bantuan material (uang) kepada para korban selamat bencana gempa di Sumatera sehingga total bantuan menjadi tiga juta poundsterling. Keterangan tertulis Kedubes Inggris pemberian bantuan sebelumnya sebesar 500.000 poundsterling kepada Palang Merah di Sumatera.
Sementara itu, Department for International Development (DFID) Inggris bersama Bank Dunia juga sepakat bahwa Bank Dunia dapat merelokasi dana sebesar 1,1 juta dollar AS milik DFID untuk membangun kembali infrastruktur yang hancur di beberapa area yang terkena gempa.
Tidak termasuk bantuan negara-negara lain, dari bantuan pemerintah Inggris saja hampir mencapai puluhan juta dollar AS. Apakah berbagai bantuan dari belahan dunia yang mendarat di Padang karena teriakan korban gemba Padang sampaikah kepada korban yang mintah tolong? Hal itu karena dari tangan pertama kepada yang berhak mendapatkan panjang dari tangan ke tangan, sehinggan sampai di tangan yang berhak adalah tidak seharusnya. Sayangnya, suara korban bencana yang minta tolong itu digunakan oleh oknum tertentu untuk hidup berfoya-foya di atas darah korban.
Konstribusi dunia lebih khusus Inggris adalah untuk KORBAN GEMPA PADANG, bukan untuk koruptor yang menggunakan kesempatan dalam kesempitan. Tidak semua orang menggunakan kesempatan dalam kesempitan, sehingga tidak sedikit masyarakat korban yang merasakan bantuan-bantuan dari masyarakat umum yang peduli korban.
D. SUNGGUH BERAT, TETAPI ITULAH TUGASNYA.
Pasti bahwa mulai dari saat melanda mencana alam sampai saat ini uluran tangan dari para donatur belum menarik kembali. Berbagai bantuan visik maupun non-visik telah mengalir kepada pemerintah Sumatera Barat. Saat ini tantangan bagi pemerintah Sumatera Barat bahwa apakah pemerintah akan melaksanakan tugasnya sesuai dengan apan yang diinginkan oleh donatur maupun korban.
Bencana alam ini menguji kebijaksanaan pemerintah dalam menangani masalah sebuah masalah yang dasyat ini. Pemerintahan yang berhati korban demi rakyat dan bangsanya akan mengorbankan dirinya demi bangsa dan negara. Pemerintah yang benar dan adil, akan menegakkan keadilan dan kebenaran dalam pembangunan sebuah bangsa apalagi dalam sebuah masalah seperti bencana alam di Padang ini. Jika di dalam hati terdapat iri-hati dan dengki, kendatipun ia menyembunyikan iri-hati dan dengki dengan karakter baik pinjaman, atau etika buatan bukan yang tumbuh dari dalam dirinya, ada saatnya baik secara sadar maupun tidaknya akan nampak.
Saatnya pemerintah Padang maju dengan pasti untuk membangun kembali baik bangunan warga, sekolah, perkantoran dan rumah ibadah. Membangun rumah rusak berat 3.110 buah, rusak sedang 3.437 buah dan rusak ringan 3.551 buah. Membangun Sekolah rusak berat 68 buah, rusak sedang 30 dan rusak ringan 40. Membangun kembali Kantor rusak berat 18 buah, rusak sedang 9 buah dan rusak ringan 10 buah. Dan membangun kembali Masjid/Mushalla rusak berat 74 buah, rusak sedang 28 buah dan rusak ringan 48 buah.
Seperti uraian di atas tadi menunjukkan fisik bangunan yang rusak bernilai sekitar Rp146,1 M. Kerusakan rumah penduduk Rp94,2 M dengan rincian 707 rusak berat (RB), 1,519 rusak sedang (RS) dan 1.843 rusak ringan (RR). Gedung kantor pemerintah yang rusak senilai Rp12 M (2 RB, 11 RS dan 25 RR). Sarana pendidikan SD negeri Rp 12,3 M (26 RB, 5 RS dan 14 RR), SMTP/SMTA/PT negeri dan swasta Rp 16,5 M (13 RB, 7 RS dan 13 RR). Sarana kesehatan Rp 2,5 M, rumah ibadah Rp 1 M, jalan Rp 5M. Secara manusia sangat sulit untuk merehabilitasi kehancuran akhibat bencana alam ini. Sebagai seorang pemimpin membutuhkan hikmat, kesabaran, kebijaksanaan, kecerdikan, kebenaran, keadilan, etika, moral dsb serentetan positif itu. Tetapi seorang pemipin menitipkan hal negatif di dalam sebuah pembangunan apa lagi melanggar keyakinan (kepercayaannya), tentu yang akan menuai adalah kegagalannya.
E. KESIMPULAN
Bencana alam memberikan PR bagi pemerintah dan masyarakat untuk menata kembali dari nol. Meraih kesuksesan kita bukan karena tidak mengalami kegagalan sepanjang perjuangannya, tetapi kita bangun dan mengalahkan seribu kali dari kegagalan. Di lembah kegagalan akan menemukan jalan keluar, di lembah kegagalan pula akan bertemu dengan guru profesional yang dapat mengajar kita untuk menghindari jalan kegagalannya.
Hari kemaring tidak akan mengulang kembali. Matahari tidak dapat menarik kembali, demikian juga bencana alam yang telah menimpa pada masyarakat Padang sehinga ribuang jiwa telah melayang tidak akan kembali. Namun demikian pengalaman adalah guru yang baik. Untuk mewaspadai dan menata bangunan-bangunan yang tahan bencana untuk menyelamatkan generasi mendatang.
Waktu ada bibit tidak menaburkannya, bibit akan mati dan tidak akan menuai apa-apa, karena apa yang ditanam orang, itulah yang akan dituainya. Hari ini tidak bekerja, maka besok tidak akan menuai hasilnya karena hari ini adalah hasil/buah dari kemaring. Ketika pemerintah Padang menanamkan uang tetapi hidup berfoya-foya saat uang mengalir dari berbagai penjuru dunia, uang akan habis dan membuka pintu bagi musuh yang tidak pandang bulu, umur, status dan gender. Besok kita akan diserang oleh musuh tadi yaitu lapar, dahaga dan kematian.
Bertindaklah untuk membangun istana tanpa Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) karena sebentar lagi anda sendiri akan duduk di atas istana yang telah engkau dirikannya. Sediakan payung sebelum hujan.
By: Pekeibo Senior
Rabu, 13 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar